Ini adalah cerita nyata dan baru saja terjadi beberapa menit yang lalu. Ketika sedang asyik browsing melalui laptop, kulihat tab browser yang membuka Facebook menunjukkan ada 2 (dua) notifikasi baru. Setelah menyelesaikan ritual browsing, aku pun membuka notifikasi tersebut yang berupa pemberitahuan ada suka baru pada statusku sebelumnya. Tak lama setelah itu muncul satu notifikasi ajakan pertemanan. Kulihat sekilas melalui popup profil akun tersebut ada dua teman yang sama. Keduanya adalah orang yang aktif di Facebook dan statusnya selalu baik dan bergizi. Tanpa pikir panjang, aku pun menerima permintaan pertemanan itu.

Sumber: Giphy


Belum lama permintaan teman kusetujui, ada notifikasi dari Facebook kalau sekarang aku dengan dia terhubung di messenger. Biasa lah. Facebook memang seperti itu jika kedua pengguna baru berteman dan keduanya sama-sama menggunakan messenger maka akan mendapat notifikasi seperti itu. tak lama kemudian ada notifikasi lagi, ternyata doi nginbox menawarkan dagangannya. Tnapa pikir panjang, aku langsung unfriend saja.

Dari dulu, aku memang sensi jika dibroadcast promo-promo seperti itu. Apalagi ini tanpa basa-basi langsung menawarkan produk. Bahasanya sih tidak langsung menawarkan produk melainkan mengajak kerjasama yang sebetulnya juga dalam rangka mempromosikan produknya.

Aku tidak apa-apa dan tidak merasa terganggu dengan teman-teman Facebook yang menjual dagangannya lewat status meskipun sehari-hari statusnya jualan melulu juga tidak masalah asal jangan broadcast saja. Aku pun biasa membahas urusan bisnis menggunakan Facebook dan hal itu memang aku rasa tak masalah. Lha wong Facebook kan alat komunikasi ya tergantung penggunanya mau digunakan untuk apa. Tapi meski demikian setiap ada pengguna yang melakukan broadcast untuk mempromosikan dagangannya maka aku selalu tegas untuk unfriend. Intinya jangan broadcast. Kalo mau promo di status saja. kalo mau nginbox ya boleh asal lihat-lihat sikon.

Sumber: Giphy
Semoga hal ini tidak masuk kategori memutus silaturrahim. Soalnya Facebook kan bukan satu-satunya alat untuk mengeratkan silaturrahim. Saling menghargai, lah. Saling memahami juga. Lha wong sama-sama menggunakannya secara gratis, kok.

Post a Comment

Komentarlah yang baik.
Tujukkan Karakter Bangsa Indonesia.